KKB x BIF 2026 Resmi Dibuka, Banten Perkuat Daya Tarik Investasi dan Daya Saing UMKM

Sumber Gambar : adpim.dokpim.banten

TANGERANG SELATAN – Provinsi Banten terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi investasi strategis di Indonesia. Melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Banten (KKB) dan Banten Investment Forum (BIF) 2026, Pemerintah Provinsi Banten mendorong sinergi antara pemerintah, investor, perbankan, dan pelaku usaha untuk memperluas peluang investasi sekaligus memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi membuka gelaran KKB x BIF 2026 di Hotel DoubleTree, Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi ekonomi Banten, memperluas jejaring kemitraan bisnis, serta mendorong investasi berkualitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penyelenggaraan KKB x BIF 2026 melibatkan sinergi Bank Indonesia, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat iklim investasi, meningkatkan kepastian berusaha, dan mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.

Banten memiliki sejumlah keunggulan strategis yang mendukung pengembangan investasi, mulai dari kedekatannya dengan pusat perekonomian nasional, konektivitas transportasi, hingga keberadaan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus. Provinsi ini ditopang oleh 21 kawasan industri serta dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni KEK Tanjung Lesung dan KEK ETKI Banten di BSD. Potensi tersebut membuka peluang pengembangan berbagai sektor usaha, termasuk industri pengolahan, perdagangan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan jasa.

Dukungan terhadap kepastian tata ruang juga menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kepastian pemanfaatan ruang membantu pelaku usaha mengidentifikasi lokasi yang sesuai, memahami ketentuan yang berlaku, dan merencanakan pengembangan kegiatan usaha secara lebih terukur.

Dalam sambutannya, Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya modal yang masuk ke suatu daerah. Investasi harus mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, dan pemerataan manfaat pembangunan.

“Investasi harus memberi kepastian, kemudahan, dan manfaat jangka panjang. Kita dorong UMKM Banten naik kelas melalui kualitas, konektivitas, dan kolaborasi agar produk lokal mampu bersaing di pasar global dan menarik minat investor,” tegas Andra Soni.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya membangun hubungan yang saling menguntungkan antara investor dan pelaku usaha lokal. Dengan keterlibatan UMKM dalam rantai pasok industri dan perdagangan, investasi diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan bagi usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan akses pasar.

Dukungan terhadap penguatan iklim investasi Banten juga disampaikan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofwan Kurnia. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperlihatkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendorong investasi yang produktif dan berkelanjutan.

Bagi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, penyelenggaraan KKB x BIF 2026 juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan potensi daerah dengan kebutuhan investor, sekaligus mendorong pelaku UMKM agar semakin siap memanfaatkan peluang kemitraan dan perluasan pasar.

Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, menekankan pentingnya sinergi promosi investasi dengan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal. Menurutnya, daya tarik investasi perlu didukung oleh kesiapan ekosistem usaha, kemudahan pelayanan perizinan, dan kemampuan UMKM untuk memenuhi standar serta kebutuhan pasar.

Menurutnya, Banten memiliki potensi ekonomi yang besar dan posisi strategis sebagai penyangga kawasan megapolitan. Melalui KKB x BIF 2026, kami ingin memperkuat konektivitas antara peluang investasi dan potensi usaha lokal.  "Harapannya, investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan nilai penanaman modal, tetapi juga membuka peluang kemitraan, memperluas pasar produk UMKM, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Banten,” ujarnya.

Virgojanti menambahkan, penguatan daya saing UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, legalitas usaha, pemanfaatan teknologi digital, serta perluasan akses pembiayaan dan pemasaran. Dengan kesiapan tersebut, UMKM berpeluang menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan yang berinvestasi di Banten.

Dalam konteks pelayanan publik, kemudahan perizinan berusaha juga menjadi salah satu faktor yang mendukung keputusan investasi. DPMPTSP Provinsi Banten terus mendorong pelaku usaha untuk memahami kewajiban perizinan sesuai tingkat risiko kegiatan usaha, memanfaatkan sistem Online Single Submission (OSS), serta memenuhi kewajiban pelaporan dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Karya Kreatif Banten memberikan ruang promosi bagi produk unggulan daerah, termasuk wastra, kriya, fesyen, dan berbagai produk kreatif UMKM. Kehadiran produk lokal dalam rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bahwa pengembangan investasi dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan. Produk yang memiliki kualitas, identitas, dan nilai tambah berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat citra Banten sebagai daerah yang produktif dan kompetitif.

Melalui KKB x BIF 2026, Pemerintah Provinsi Banten berharap semakin banyak peluang kerja sama yang terbangun antara investor, perusahaan, lembaga keuangan, dan pelaku usaha lokal. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, memperkuat daya saing daerah, dan memperluas manfaat pembangunan hingga ke tingkat masyarakat.

KKB x BIF 2026 bukan sekadar forum promosi, melainkan bagian dari upaya mempertemukan potensi daerah dengan peluang bisnis yang konkret. Dengan dukungan infrastruktur, kepastian berusaha, pelayanan perizinan, dan penguatan ekosistem UMKM, Banten terus berupaya membangun iklim investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.


Share this Post