Kepala DPMPTSP Banten Dampingi Gubernur Serah Terima Kandang Ayam Bahagia di Sepatan
Sumber Gambar : DPMPTSP 2026TANGERANG — Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, mendampingi Gubernur Banten Andra Soni dalam kegiatan serah terima Unit Usaha Ayam Petelur Bahagia berkapasitas 1.000 ekor di Pusat Kawasan Agropolitan (Puskagro), Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (15/8/2026).
Dalam kegiatan ini, Gubernur Banten Andra Soni didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, bersama sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Banten.
Serah terima Unit Usaha Ayam Petelur Bahagia menjadi bagian dari pengembangan usaha peternakan produktif yang diharapkan mampu memperkuat ketersediaan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Dengan kapasitas 1.000 ekor ayam petelur, unit usaha tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber produksi telur secara berkelanjutan. Pengelolaan usaha membutuhkan perhatian terhadap ketersediaan pakan, kesehatan ternak, kebersihan kandang, biosekuriti, hingga pemasaran hasil produksi.
Kehadiran Gubernur Banten bersama jajaran perangkat daerah menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pengembangan kegiatan ekonomi produktif berbasis pertanian dan peternakan di daerah.
Kepala DPMPTSP Provinsi Banten Virgojanti mengatakan pengembangan usaha produktif seperti peternakan ayam petelur memiliki nilai strategis karena tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung ketahanan pangan.
“Pengembangan usaha peternakan produktif seperti ini memiliki manfaat yang cukup luas. Selain membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, produksi telur juga mendukung ketersediaan pangan dan pemenuhan kebutuhan protein hewani,” kata Virgojanti.
Menurutnya, keberlanjutan unit usaha membutuhkan pengelolaan yang baik, pendampingan, serta sinergi antara pemerintah, pengelola kawasan dan masyarakat.
“Yang penting bukan hanya membangun kandangnya, tetapi memastikan usaha ini dapat berjalan secara produktif dan berkelanjutan. Karena itu, diperlukan pengelolaan yang baik, pendampingan, serta dukungan terhadap pemasaran hasil produksinya,” ujarnya.
Virgojanti menambahkan, keberadaan Puskagro Sepatan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi berbasis pertanian dan peternakan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat.
“Puskagro dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi produktif. Ada kegiatan produksi, pengolahan, pemasaran, edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang dapat dikembangkan secara terpadu,” katanya.
Dalam konteks tugas DPMPTSP, kata Virgojanti, pemerintah juga perlu memastikan pelaku usaha mendapatkan informasi dan pelayanan yang diperlukan untuk mengembangkan kegiatan usahanya sesuai ketentuan.
“DPMPTSP siap mendukung dari sisi pelayanan perizinan dan penanaman modal. Harapannya, semakin banyak usaha produktif yang tumbuh dan berkembang secara legal, tertib, serta mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Pusat Kawasan Agropolitan Sepatan yang berada di Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, dikembangkan sebagai kawasan yang mendukung aktivitas pertanian, peternakan, pengolahan produk, pemasaran, pendidikan, dan pelatihan sumber daya manusia.
Pengelolaan kawasan tersebut memiliki landasan melalui Peraturan Bupati Tangerang Nomor 49 Tahun 2022 tentang penugasan kepada Perusahaan Perseroan Daerah Mitra Kerta Raharja untuk mengelola Pusat Kawasan Agropolitan Sepatan. Keberadaan Unit Usaha Ayam Petelur Bahagia diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi kawasan sekaligus memberikan manfaat langsung melalui produksi telur, penciptaan kegiatan ekonomi, dan penguatan rantai pasok pangan lokal.
Virgojanti berharap pengembangan unit usaha tersebut dapat menjadi contoh bahwa sektor pertanian dan peternakan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
“Kita berharap unit usaha ini berkembang, produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan sinergi dan pendampingan yang baik, kegiatan seperti ini dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal sekaligus mendukung ketahanan pangan di Banten,” kata Virgojanti.