Realisasi Investasi Provinsi Banten Tahun 2025 Lampaui Target, Capai Rp130,2 Triliun
Sumber Gambar : DPMPTSP 2026Rangkasbitung – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten menyelenggarakan Rapat Koordinasi Rilis Realisasi Investasi Triwulan IV dan Semester II Periode Januari–Desember Tahun 2025 di Rahaya Resort Banten, Rangkasbitung, Selasa (27/01/2025).
Acara yang dihadiri oleh Direktur Strategi dan Tata Kelola Hilirisasi, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, Wakil Gubernur Banten, Staf Ahli Gubernur Banten, Kepala dan OPD DPMPTSP se-Provinsi Banten ini menjadi forum strategis untuk menyampaikan capaian realisasi investasi Provinsi Banten sepanjang tahun 2025, sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi antar pemerintah daerah, perangkat daerah, serta pemangku kepentingan terkait.
Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Ir. Hj. Virgojanti, M.Si., dalam paparannya menyampaikan bahwa kinerja investasi Provinsi Banten selama tahun 2025 menunjukkan capaian yang sangat positif dan melampaui target yang telah ditetapkan.
“Realisasi investasi Provinsi Banten pada periode Januari–Desember 2025 mencapai Rp130,2 triliun, atau 108,95 persen dari target tahun 2025 sebesar Rp119,55 triliun. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan investasi yang solid dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, capaian investasi tersebut turut memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di Provinsi Banten berhasil menyerap 214.216 tenaga kerja, yang terdiri dari tenaga kerja Indonesia dan tenaga kerja asing. Sementara itu, pada Triwulan IV (Oktober–Desember) Tahun 2025, realisasi investasi Provinsi Banten tercatat sebesar Rp38,6 triliun, dengan komposisi yang relatif seimbang antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Capaian triwulan ini menunjukkan pertumbuhan positif baik secara quarter on quarter (q-o-q) maupun year on year (y-o-y).
Dari sisi sektor usaha, realisasi investasi tahun 2025 didominasi oleh sektor Industri Kimia dan Farmasi, Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran, Perdagangan dan Reparasi, serta Transportasi, Pergudangan, dan Telekomunikasi. Adapun dari sisi kewilayahan, kontribusi terbesar realisasi investasi berasal dari Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon, Kota Tangerang, dan Kabupaten Serang.
Virgojanti menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dunia usaha, yang didukung oleh upaya berkelanjutan dalam peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan iklim investasi.
“DPMPTSP Provinsi Banten terus berkomitmen memperkuat pelayanan investasi yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel, serta mendorong pemerataan investasi di seluruh wilayah Provinsi Banten,” pungkasnya.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan dan langkah strategis guna menjaga momentum pertumbuhan investasi serta mendukung pembangunan ekonomi Provinsi Banten yang inklusif dan berkelanjutan (TS).