Banten dan Prefektur Mie Jepang Perkuat Kemitraan Strategis, Fokus pada SDM dan Investasi Berkelanjutan
Sumber Gambar : @adpim.dokpim.bantenTANGERANG SELATAN – Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat diplomasi daerah melalui kerja sama internasional yang tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia (SDM). Hal itu mengemuka saat Gubernur Banten Andra Soni didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Virgojanti, menerima kunjungan kehormatan Delegasi Parlemen Prefektur Mie, Jepang, di Kantor Gubernur Banten (Ex BLKI), Jalan Kencana I No.20, Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Senin (3/8/2026).
Kunjungan tersebut merupakan pertemuan kedua antara Pemerintah Provinsi Banten dan Parlemen Prefektur Mie sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama yang telah dibangun sebelumnya. Dalam kesempatan itu, kedua belah pihak membahas sejumlah peluang kolaborasi strategis, mulai dari pengembangan kualitas SDM, investasi, industri, hingga rencana pembentukan hubungan sister province.
Andra Soni mengatakan bahwa kerja sama internasional harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja sekaligus mendorong pertumbuhan investasi yang berkualitas.
"Hari ini menerima kunjungan kedua Parlemen Mie Jepang. Banyak hal yang kita diskusikan. Salah satunya terus menjajaki kerja sama antara Provinsi Banten dengan Prefektur Mie. Fokus utamanya adalah kepada sumber daya manusia," ujar Andra Soni.
Sebagai bagian dari kunjungan tersebut, Andra Soni mengajak delegasi meninjau fasilitas pelatihan di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Provinsi Banten untuk memperlihatkan kesiapan daerah dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten dan sesuai kebutuhan industri.
"Kita tadi perlihatkan fasilitas pelatihan kita, dan kita akan bertahap sampai pada sister province. Kita akan memfasilitasi investor Prefektur Mie untuk masuk ke Provinsi Banten," katanya.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Banten terus membuka ruang bagi investor yang memiliki visi sejalan dengan arah pembangunan nasional, khususnya pada sektor industri bernilai tambah.
"Provinsi Banten sangat terbuka terhadap investasi, terutama investasi yang sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat, khususnya hilirisasi industri yang mampu menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ujar Andra.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Provinsi Banten Virgojanti mengatakan kunjungan lanjutan tersebut menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk membangun hubungan yang lebih konkret.
"Respons positif dari kunjungan pertama menjadi modal penting untuk melanjutkan pembahasan kerja sama," ujar Virgojanti.
Menurutnya, pada pertemuan kali ini, fokus utama masih pada pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi yang akan memperkuat kerja sama investasi dan industri di masa mendatang. DPMPTSP Provinsi Banten siap memfasilitasi seluruh proses investasi agar berjalan cepat, mudah, transparan, dan memberikan kepastian bagi calon investor dari Jepang.
Virgojanti menambahkan, Banten memiliki berbagai keunggulan kompetitif, mulai dari kawasan industri bertaraf internasional, infrastruktur logistik yang terus berkembang, hingga ketersediaan tenaga kerja produktif yang menjadi daya tarik bagi investor asing. Oleh karena itu, penguatan kualitas SDM akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing investasi daerah.
"Investasi berkualitas membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas pula. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi tenaga kerja harus berjalan beriringan dengan upaya menarik investasi. Kolaborasi seperti ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem investasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Banten," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten, Septo Kalnadi, menjelaskan bahwa fasilitas pelatihan kerja milik Pemerintah Provinsi Banten memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat peningkatan kompetensi tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri di Prefektur Mie maupun perusahaan-perusahaan Jepang.
Kerja sama dengan Jepang dinilai memiliki nilai strategis mengingat Jepang merupakan salah satu negara dengan realisasi investasi asing terbesar di Indonesia, sekaligus mitra penting dalam pengembangan industri manufaktur, teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.