DPMPTSP Banten Dukung SMK Mitra Industri untuk Perkuat SDM Siap Kerja
Sumber Gambar : DPMPTSP 2026SERANG — Upaya memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri terus didorong di Provinsi Banten. Salah satunya melalui rencana pendirian SMK Mitra Industri APINDO Daya Banten yang diharapkan dapat menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, hadir dalam kegiatan Sosialisasi Pendirian SMK Mitra Industri APINDO Daya Banten yang digelar di Aula PT Modern Cikande Industrial Estate, Kabupaten Serang, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Banten sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Pendirian SMK Mitra Industri diarahkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia, khususnya di Provinsi Banten, agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri serta memiliki kesiapan memasuki dunia kerja.
Kehadiran DPMPTSP Banten dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam membangun ekosistem yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia industri. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan menjadi penting agar lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja." Ujar Virgojanti.
Menurut Virgojanti, pengembangan pendidikan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri juga dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat iklim investasi di Banten. Ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan investasi dan aktivitas usaha.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Banten juga telah mendorong pengembangan SMK yang memiliki pola link and match dengan industri. Pemerintah daerah menilai pendidikan vokasi perlu diarahkan agar lulusan SMK memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dalam kegiatan yang digelar APINDO Banten tersebut, agenda tidak hanya berupa sosialisasi dan diskusi mengenai pendirian SMK Mitra Industri APINDO Daya Banten, tetapi juga penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Yayasan APINDO Daya Banten dan Yayasan Mitra Industri Mandiri.
Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun model pendidikan vokasi yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk memperoleh keterampilan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja.
Bagi Banten yang memiliki basis industri cukup besar, penguatan pendidikan vokasi menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu mengambil peluang dari pertumbuhan investasi dan industri di daerah.
Pendirian SMK Mitra Industri APINDO Daya Banten diharapkan dapat memperkuat mata rantai tersebut: industri membutuhkan tenaga kerja kompeten, sementara masyarakat Banten membutuhkan akses pendidikan yang mampu membuka jalan menuju pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan mereka. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, APINDO, yayasan pendidikan, dan dunia industri, pengembangan pendidikan vokasi diharapkan tidak berhenti pada pendirian sekolah, tetapi mampu menghasilkan lulusan yang benar-benar siap memasuki dunia kerja dan turut memperkuat daya saing sumber daya manusia Banten.