Virgojanti Dampingi Gubernur Banten di MUSPROV VII KADIN, Dorong Iklim Investasi dan Kemitraan Usaha

Sumber Gambar : adpim.dokpim.banten

RANGKASBITUNG – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, mendampingi Gubernur Banten, Andra Soni, dalam pembukaan Musyawarah Provinsi (MUSPROV) VII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Banten di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (03/11/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan daya saing investasi di Provinsi Banten.

Pertumbuhan ekonomi Banten menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan II-2026, ekonomi Banten tumbuh sebesar 5,49 persen, sementara inflasi tahunan terkendali pada angka 2,76 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi keberlanjutan aktivitas ekonomi dan iklim investasi daerah.

Dari sisi penanaman modal, realisasi investasi Provinsi Banten mencapai Rp130,2 triliun sepanjang 2025. Sementara pada semester I-2026, realisasi investasi tercatat sebesar Rp66,3 triliun dan pada triwulan III tercatat 26,63 triliun. Capaian ini menunjukkan besarnya potensi ekonomi Banten sekaligus peluang pengembangan usaha di berbagai sektor strategis.

Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus didukung oleh iklim usaha yang kondusif, kepastian hukum, serta kemudahan pelayanan perizinan bagi para pelaku usaha dan investor.

“Pemprov Banten berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif, memberikan kepastian hukum dan kemudahan perizinan, serta memberantas pungutan liar maupun praktik koruptif yang menghambat dunia usaha,” ujar Andra Soni.

Andra Soni juga mendorong KADIN Banten untuk mengambil peran lebih besar dalam memperkuat kemitraan antara perusahaan besar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh kelompok usaha besar, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

Selain kemitraan usaha, Andra Soni menekankan pentingnya pembukaan lapangan kerja melalui program magang dan pendidikan vokasi, pengembangan hilirisasi industri, serta peningkatan ekspor produk unggulan daerah. Menurutnya, dunia usaha memiliki posisi strategis dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Peluang ekonomi juga terbuka melalui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau sekitar 3,5 juta penerima manfaat. Program tersebut berpotensi menciptakan permintaan pasar yang besar, khususnya bagi pengusaha dan UMKM yang bergerak di sektor pangan, pertanian, peternakan, perikanan, serta distribusi bahan baku.

Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah terhadap penguatan ekosistem investasi dan kemitraan antara pemerintah dengan dunia usaha. DPMPTSP memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan penanaman modal dan perizinan berusaha berjalan efektif, transparan, serta memberikan kepastian bagi investor.

Virgojanti menilai sinergi antara pemerintah, KADIN, dan pelaku usaha merupakan salah satu faktor penting dalam memperkuat daya tarik investasi daerah. Menurutnya, pertumbuhan investasi perlu diikuti dengan kemudahan pelayanan perizinan, penguatan kapasitas pelaku usaha lokal, serta penciptaan peluang kemitraan yang saling menguntungkan.

“Pemerintah Provinsi Banten melalui DPMPTSP terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif. Kami ingin memastikan para pelaku usaha dan investor mendapatkan kemudahan pelayanan perizinan, kepastian berusaha, serta dukungan untuk mengembangkan kegiatan usahanya di Banten. Kolaborasi dengan KADIN juga penting agar peluang investasi dapat memberikan manfaat lebih luas bagi dunia usaha dan masyarakat,” ujar Virgojanti.

Ia menambahkan, keterlibatan dunia usaha sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan berbagai potensi unggulan daerah. Kemitraan antara perusahaan besar, UMKM, dan pemerintah diharapkan mampu memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan daya saing produk, serta menciptakan lapangan kerja baru. Melalui MUSPROV VII KADIN Banten, diharapkan terbangun kesamaan visi dan komitmen antara pemerintah daerah dan kalangan pengusaha dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Forum ini juga menjadi ruang konsolidasi dunia usaha untuk merumuskan langkah strategis dalam memperkuat investasi, perdagangan, industri, dan pengembangan ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan investasi dan kemudahan berusaha sebagai bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan KADIN serta seluruh pemangku kepentingan, Banten diharapkan semakin kompetitif sebagai tujuan investasi sekaligus mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.


Share this Post